Minggu, 29 Januari 2012

Sedang gak berminat,..

29/01/2012
10:31

Hah,
gimana memulainya,
Something wrong ?
ada yang salah kah dengan tubuhku?

Kayaknya, hati dan otak ini, lagi gak sinkron,..
Hati deg-deg an, berasa kepala bego,
dan ngerasa gak nyaman,
tiba-tiba jadi seorang pesimistik yang bener-bener pesimis,
Entah karena apa,
gak berminat untuk apa pun,
atau melakukan apapun,,

Apa karna aku di katain tanta sama Choice?
yang udah berkali-kali ??

Tapi, gak salah juga sih,
kan gw memang udah tante-tante,...
Tapi sebelum ini, juga kan, dari tadi siang perasaan gw gak enak,
Mungkin something bad, will happen in Office,..

Apa karna Yana, yang akan segera Resign,... ??
Tah lah,.. Galau mode on

Minggu, 22 Januari 2012

22/01/2012 - part 2

22.37

Sore saat ku baca smsmu itu, Yang isinya jelas-jelas mencampakkan ku,
dan kau bilang di situ, karna 'keteledoran' ku -Padahal, bukannya keteledoran-mu yang tega-teganya membuatku jatuh cinta?? - Akh, sudahlah,..
kalo gak salah,.. sekitar tgl 11 Januari 2012,... Hey, baru 10 hari yang lalu ya?

Kok rasa-rasanya udah lama sekali...

well, Aku nge fans sama beberapa kata, misalnya Suicides, terus,.. Emm, sembilan, s-2 dan Kanada,
Ada lagi kata-kata jadul, seperti, emm,.. 'Ambab' (Apa coba?? haha) kertas 'sele-sele', dan bahasa sejenis yang datang dari masa lalu,

Ada juga kata-kata yg aku gak suka, sebisa mungkin ku hindari memakainya, misalnya 'Teledor'
Apa ini? siapa sih, yg nyiptain bahasa jelek ini,.. Kau waktu itu lebih baik, bilang aku gak tau diri, gak tau malu, cacian apapun lah, akan lebih indah, daripada 'Teledor' kata-kata jelek, yang gak ada hubungannya sama telepot, telepati, atau teleportasi (tiga terakhir ini,m kata-kata 'canggih').

Sudahlah,.. Aku gak sedang mau membahas kata-kata.
Hmm, Aku cuman mau bilang, kalau 10 hari sejak tgl 11 Januari ini, aku sedang berusaha setengah mati,.. Melupakanmu,.. Yah, melupakanmu,

Tapi, rasa-rasanya, belakangan ini aku sadar, sesadar-sadarnya,.. Kalau rasa-rasanya gak mungkin, untuk bisa 'melupakanmu'

Seperti,... Ketika aku bangun, dan seperti melihat sarang burung, di kepalaku,..
(maksudku, rambut keriting kusut menjurus kribo, yang mulai tumbuh, kau tau kan, waktu itu ku potong pendek sekali),
Seperti,... Ketika merasakan benjolan-benjolan di sekitar dada, yang dulu pernah sangat kucemaskan,.. (Sekarang gak lagi, karna kalau pun itu kanker, gak papa... )
Bahkan,..
seperti,... Bulu ketek, yang terus tumbuh, walau rutin ku cabutin kalau sudah panjang,..

Hampir bisa di bilang, kau seperti mereka-mereka di atas itu,
sangat gak kuinginkan,..
bukannya gak bersyukur, tapi, aku ya maunya rambut lurus, indah, lebat, hitam dan gak susah diatur,...
Bukannya gak mau sibuk mengobati benjol-benjol ini, tapi aku maunya mereka hilang sendiri,... (seperti datangnya yg gak ku undang),
dan bukannya gak ada resep untuk menghilangkan buku ketiak yang terus tumbuh, aku (lagi-lagi) belum mau repot-repot memoles minyak tanah + kapur barus yg di haluskan ke ketiak ku,

Kau,.. Seperti semua yg melekat di tubuhku,... terus ada walau kucoba merubah, bahkan melenyapkannya,..
Kau,.. Sudah jadi bagian dari diriku,.. bagian dari potongan-potongan kenangan, dan juga khayalanku,..

dan, rasa-rasanya,.. hampir gak mungkin kulupakan,... (Mana mungkin bisa kulupa, rambut kriting kusutku, benjolan atau bulu ketiak ini),
hampir begitu,,,,

Jangan tersinggung, aku gak sedang merendahkan harga dirimu dengan membandingkannya sama kribo, benjolan apalagi sekedar buku ketiak ku,
Aku hanya sedang, menyamakan keberadaanmu dengan mereka bertiga,..
gak ku inginkan, tapi sudah menjadi bagian hidupku, yang gak mungkin aku lupa,...
(walau mungkin suatu waktu nanti aku rebonding, tetap gak mungkin aku lupa, kalau aku pernah punya rambut kribo yg necis,... )
Begitulah kau,...

Maaf,... kalau pertemuan (dan kisah percintaan) kita,
Membuatmu seperti mengalami mimpi buruk saja,...

Membuatmu sampai harus update status,..

sesal slalu datang kemudian
23 Hour ago via mobile

Baiklah, ini mungkin bukan soal aku, tapi cukup menyentil,... Membuatku merasa bertanggungjawab untuk minta maaf (lagi),...
Mungkin aku manusia yg udah merusak ketenangan bahtera rumah tanggamu,..
But, man,... Life is never flat,... :D


Maaf ,...

22/01/2012

lonelyness since life in evil dream once my heart was rule by emptyness harm because of being to sincere... If iknew

23 hour ago, via mobile,.. sekarang jam 10.28 pm, berarti 23 jam yg lalu jam berapa kah??

I dont know,.. mungkin jam 9 kemarin malam,...

Kau tau,.. ??

Entah bahasa Inggris mu yang jelek, entah aku yg gak bisa menterjemahkan dengan baik,.. I dont know exactly what you said,

Mungkin, kau mengartikan, bahwa pertemuan denganku, seperti mimpi buruk,..

Maaf,.. Maaf,.. Maaf,..

But, did you know??
Actually, it's not me disturb your life, it was you, came and harm my life,..

Kalau itu mengenai aku,seringnya sih, aku cuman orang yg ke ge-eran aja,

dan mudah-mudahan kali ini juga sama,..

Anyway, You have to notice one important thing,
My feeling, whatever, and I dont know why and how,
It's still, exactly same as with the first time we kissed at that night.. Bisa di bilang, aku masih sama mencintaimu seperti sebelum-sebelumnya hatiku,..

Rindu, semuanya masih sama,

Bedanya, aku gak mau terlalu sakit, jadi kuhentikan berusaha menghubungimu dengan cara apapun,..

Karna, kalau kau gak respon, itu rasanya, sakiiiittt sekali...





Rabu, 18 Januari 2012

When God was a Rabbit

When God was a Rabbit
Sarah Winman

Singkatnya, bisa saya bilang buku ini : Tragedi yang diceritakan dengan diselingi gurauan.

Hal 52 :
"Kau dapat peran apa?"
"Pengurus penginapan?" Tanyanya "Pengurus penginapan yang luka?"
Aku menggeleng, tubuhku hampir meledak karna tawa. Aku menengadah pada Nancy dan berkata "Pengurus penginapan yang buta."

Hal 63 :
Aku terkesima menyaksikan berbagai imajinasi di dalam rumah ini, seganjil apapun kelihatannya. ini tidak mirip benar dengan keseharianku ; deretan rumah berteras dengan kebun persegi panjang dan rutinitas seandal kursi yang kokoh. Di dunia ini segala hal tidak cocok, atau bahkan hasil ikut-ikutan. Di dunia ini tiada harmonisasi. Inilah dunia drama, tempat komedi dan tragedi berebut lahan.
--Elly menggambarkan rumah Jenny Penny sahabatnya.

Beberapa halaman di buku ini sengaja saya lipet, untuk dibaca-baca lagi selain untuk kepentingan review,.. :D
Pas di bagian yang bikin ngakak sendiri di pagi buta,.. Di bagian yg bikin posisi pewe, baca sambil senderan, jadi duduk tegak,.. Dan bagian yg bikin menghela nafas,.. Bukan kecewa, bukan sedih, bukan apa-apa. Cuman ada banyak bagian di buku ini yg bikin menghela nafas, itu aja.

Karna tragedi mungkin, banyak tragedi, di masa kecil Eleanor Maud, yang coba di ceritakan dengan gaya humoris sama si penulis - Sarah Winman. Entah kenapa dia bisa bikin cerita segitu santainya, soal Atheis, disorientasi seksual, pelecehan seksual sama anak kecil, tragedi 911 dan bahkan KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga-Jenny Penny dewasa) yang berujung pada pembunuhan.

Semua tragedi dalam keluarga Elly dan Joe (Kakaknya) dibagi jadi 2 bagian di buku ini.
Masa sampai Elly remaja dan masa ketika Elly dewasa.

Di bagian masa kecil sampai remajanya, saya seperti membaca buku harian memang seorang anak-anak, walau tragedi gimana juga, tetap anak-anak, polos dan memahami segala sesuatu sesukanya.
Di bagian buku lain, yang dimulai ketika Elly (tau-tau) berumur 27 tahun, diceritakan dengan gaya yang lebih dewasa (menyesuaikan umur Elly mungkin).

Jadi buku ini, memoar keluarga Elly ;
- soal ayahnya yang seorang pengacara Atheis, berhenti jadi pengacara karna rasa bersalah, dan mulai berhenti jadi Atheis karna akhirnya Tuhan, mengabulkan doanya - Menang undian Football.
- Soal abang tersayangnya -Joe-yang gay. Dan tetap begitu sampai akhir buku (padahal saya sempet berdoa dia tobat jadi gay).
- Soal bibinya si Aktris Nancy Portman yang Lesbi, jatuh cinta sama Ibu Elly, tapi berhasil menjodohkannya sama Ayah Elly. Diceritakan sempat hampir menikah dengan seorang aktor (karna semua perempuan cantik sudah punya kekasih-termasuk ibu Elly).
- Teman akrabnya Jenny Penny, yang di besarkan seorang ibu Gipsi yang gak biasa.
- Charlie-Kekasih sejati Joe.
- Arthur dan Ginger yang tadinya sekedar tamu di rumah mereka, belakangan malah jadi lebih dari saudara
- dan tragedi yang melingkupi orang-orang ini.

Sebenernya (versi saya) buku ini lumayan,.. Asyik malah, tapi, ada beberapa bagian yang deskripsi nya kurang jelas,.. Membuat saya harus baca lagi kalimat-kalimat di belakangnya,.. dan pas saya gak ngerti juga, saya nyerah,.. hehe.
Gak maksa untuk bener-bener paham, dan lanjut ke halaman selanjutnya.
Penggemar cerita yang happy ending pun, kemungkinan gak bakal kecewa kalau baca buku ini, karna endingnya cukup happy.

ratenya buku ini menurut saya 3,5/5




Senin, 16 Januari 2012

Bercerita tentang kematian,...

16/01/2012
23:42

17 menit yang lalu,
abangku telpon,.. dengan nada datar, mengabarkan kalau putri terkecilnya meninggal dunia.
Tutup usia saat belum lagi menginjak 2 bulan kehadirannya di dunia.

Kira-kira se jam yg lalu abang ku ber kirim sms,
meminta doa, putri terkecil nya masuk ICU, jadi, berita duka nya gak terlalu mengagetkanku,
kaget sih,.. tapi,..

well,.. Aku ini orang aneh,
Entah kenapa, entah udah sejak berapa puluh tahun yang dulu,
hampir gak pernah meneteskan air mata kalau mendengar berita duka.

Kupikir, kematian, itu memang apa sih??
Entah kenapa manusia sedih, kalau mendengar saudara, sanak famili,
ada yang meninggal,... Soal aku,.. Biar kuceritakan tentang kematian beberapa kerabat dekatku,..

1. Ibu,... Sebenernya dia sudah minggat lama,..
well, terus terang, diam-diam, aku berdoa, supaya dia wafat aja,
jadi, kalau ada yg tanya "Mamak, kau kemana lan?", biar aku tinggal jawab, "Udah meninggal"
Dan, beneran, pas aku kelas 6 Sd tepatnya, berita duka, itu baru kuterima pas aku kelas 2 smp,... dia meninggal, beneran,.. entah sakit apa, simpang siur, mungkin kanker rahim.
Oh, iya,... waktu itu aku nangis, sesegukan,.. tapi aku lupa, apa karna memang sedih, atau karena,.... Lega,... atau cuman formalitas, atau cuman, karna, aku ya,.. y aku, sensitif, dan gampang menumpahkan airmata,.. bukan karna duka cita yg mendalam,... entah lah.

2. Embah,... Setelah minggatnya mamak, embah yang pegang peranan penting di masa-masa kecilku, embah yng bantuk bapak besarin aku,.. Pas kelas 6 sd, embah sakit-sakitan, asma,... jadi dibawa sama paman ke Tj. morawa, tapi, embah gak lama di sana,.. di oper lagi ke Siantar,
Kasian embah, di masa tua nya, malah di sia-sia anak sama mantu,.. dan pas aku kelas 2 smp, embah meninggal dunia,... Aku sedih deh kayaknya waktu itu, tapi,... jangan kan dateng untuk mengantar jenasah embah ke tempat peristirahatannya yg terakhir,.. Aku malah, memilih final pertandingan tenis meja - juara ke-2 sekabupaten. Pasti embah, bangga sama cucu nya ini, dan gak sedih, walau aku gak dateng ke pemakamannya.

3. Pak lek man,.. Hmmm, aku dateng pas beliau meninggal, tapi, aku nangis, waktu itu jujur, karna ngikut-ngikutin orang aja kayaknya aku nangis, habis itu, aku ngeliat ikan hias di kolam, dan sedih sedikit pun enggak.

4. Pak lek Eko,... hmm, aku dah di Jakarta,.. Sedih sih, tapi kayaknya gak nangis deh.

5. Azhar,... dia bukan saudara, tapi adek kelas yg cukup akrab, anaknya lincah, lucu, banyak yg sneng, gak nyangka umurnya gak panjang,.. rasanya aneh, tapi, kayaknya gak sedih,.. cuman aneh, ada orang yg pindah ke dimensi lain-alam barzah.

Akhh,.. Banyak berita duka,.. sana sini, teman, temannya teman, kakaknya teman, adik kelas, kakak kelas,.. rasanya setiap mendengar berita duka, langit berubah, tapi hati ku aneh,.. Aneh, gak terlalu duka mendalam, yang sampe nangis-nangis,.. aku ini apa sih ya??

I dont know,.. I dont really know, who I am,

Kupikir, Kematian itu gak harus selalu di tangisi.
Mungkin malah... Kadang, memang mungkin itu lebih baik,.. Mungkin

Entah lah,.. Aku ini apa, semakin kemari, rasionalitas ku makin tergerus,..
Aku,.. gak tau lagi, aku ini aneh,.. Aneh, aneh...



Minggu, 13 November 2011

12-13 Last forever di Tidung,..

Kawan-Kawan,..
Pertama, sebelum mulai bercerita soal pulau Eksotis yg termasuk gugusan kepulauan seribu,
yang bisa di tempuh dalam waktu 3 jam dari Muara angke-Jakarta ini, Ada beberapa hal yang mau aku tegaskan,..
1. Lupakan flowchart-Flowchart itu dulu sebentar,
2. Siapa yang pertama punya ide untuk ngadain gathering (aku gak mau bilang itu perpisahan) di Pulau Tidung?? saya mau berterima kasih,... :)

Oke, jadi tanggal 12-13 November ini, cerita anak-anak KA BSI angkatan 2008 gathering di Pulau Tidung (sekali lagi, aku gak mau bilang itu perpisahan,.. ).
Awal tgl 12 itu, kubuka hari dengan bangun di jam 1 pagi,.. cari inspirasi untuk Flowchart yang baru terselesaikan sekitar 40%. sampe jam 3, gak ada kemajuan berarti, aku sempat frustasi. (halah jadi cuhat,.. :hammer).

Setelah pack dan siap-siap, jam 4.15, gw jalan sendirian. dari kostan menuju tempat ngumpul alias meeting point,.. Yepp. Kampus kita 'tercinta' BSI wolter.
sampe di sana udah ada beberapa teman yg dateng,.. antara lain, Mas Topik, Uchi, Arni, Erna, Al-Lathip, Sari, Rifa sama Annisa (kalau ada nama yg waktu itu dateng dluan tapi belum kesebut, berarti kesalahan ada di memori gw, mohon di maafkan).

Setelah menunggu, dan menunggu kawan-kawan lain berkumpul,.. (dimana akhirnya eman ditinggalkan) jam berangkat yg semula di jadwalkan jam 4.15 (dengan ancaman tinggal, buat yg telat dateng) akhirnya, kita baru berangkat jam 5 lewat (gw gak tau lewat berapa).

Menumpang Hiba,.. perjalanan pagi itu dari Jak-sel ke Muara Angke, benar-benar nikmat kawan-kawan,.. (pasti gak gw sendiri yang ngerasain nikmatnya). Jakarta yang belum hiruk pikuk ternyata kereennn,... haha.

Perjalan kita cukup mulus, sampe pasar Muara angke, agak tersendat, karna kesibukan pasar itu di pagi hari. Pasar Ikan Muara Angke itu, harusnya, menurut gw, bisa jadi ikon wisata yg unik dan asyik,.. andai di kelola dengan lebih 'bersih'. Bersih dari sampah, bersih dari preman, pokoknya bersih,... Tapi sayang,.. seperti kita lihat kemaren kawan-kawan, sampah yg merajalela bener-bener mengganggu pemandangan.

Sampe di tempat Janjian, tepatnya di pom bensin Muara angke, sekitar jam 6 lewat (lagi-lagi gw gak inget lewat berapa). setelah sesi foto-foto, gak terlalu lama kita di jemput pak Muhajirin yang cukup mirip Ari,.. kira-kira 5-7 tahun lagi, penampakan Arianto akan sama dengan bapak ini. Penuh percaya diri, kita menuju kapal, yang akan memberangkatkan kita ke Pulau Tidung,.. Yesss.
Sebenernya waktu itu gw udah gak sabar. kapan kapal itu jalan,... gw udah gak sabar kepengen ke Pulau Tidung,... Setelah waktu yg gw rasa agak lama, kapal kita pun berangkatlah,... dengan suara menderu,,... debur ombak (hoho) dan musik di telinga, gw pikir perjalanan ini bakalan asyik banget. Tapi ntah kenapa berasa lamaaa, gw sempet tidur beberapa kali, bangun, dan tidur lagi, bangun lagi, tapi pulaunya ntah dimana. masih belum sampe. Tapi akhirnya kita sampe juga kok,.... hehe :)

Sampe di Pulau itu sekitar jam 10 pagi lewat (lagi-lagi gw gak inget lewat berapa :hammer).
Sampe di penginapan, yang ternyata lebih bagus dari bayangan gw, kita udah di sambut welcome drink, sama makanan,... haha, dimulai dari agus, sampe sana kita langsung makan,... Nyam-nyam....


Sabtu, 15 Oktober 2011

Acara tgl 15 Oct

Mumpung lagi niat banget nulis dan masih punya Spirit (apa pulak Spirit :hammers)
Akan gw lanjutkan FR acara bersama Kaskuser di Bienal Sastra komunitas Utan kayu Salihara.

Malm itu tgl tgl 15 Oct... Gw siap-siap jam 6.30 malem, habis magrib gw mandi, dandan :malus dan beres-beres. Berhubung IGO yang gw janjikan akan menemani gw malem itu katanya sakit kepala banget (padahal dah gw bilang sama dia, habis dari sana pasti sakit kepalanya sembuh, eh, dia gak percaya, Panadol aja gak mempan, apalagi acara sastra katanya,.. Y sudah lah,.. ) jadilah gw berangkat sendirian,..

Pas lagi nungguin Bis 75 yang entah kenapa lama banget lewat, perut gw kriuk-kriuk, jadi gw mampir dulu di tukang roti bakar pinggir jalan, mesen Roti bakar coklat yg yummy + aer putih anget,.. cukup kenyang lah,... Habis bayar gw lanjutin nuggu bis 75, dan entah kenapa bis nya lama banget dateng, padahal pas gw makan tadi, beberapa kali 75 atau kopaja 57 lewat,.. :hammers giliran lagi gw tungguin gak ada yang lewat,... (mengutip kata-kata Om nath) Siyal,... !

Sebelum kesabaran gw habis, akhirnya metromini 75 yg gw tunggu-tunggu dateng, dan penuh,.. :(
Gw harus berdiri berdesak-desakan,... tapi gak papa lah, demi Salihara,.. mengingat acara kemaren malem yg seru, gw senyum-senyum aja walau berdiri berdesak-desakan di bis kota malem minggu itu,.. hehe
Sampe di Giant Mampang, gw turun, inisiatif naek transjakarta, untuk mengantisipasi kemacetan,... dan pas gw nunggu busway pun, lama banget datengnya,.. Padalah pas gw masih di lampu merah mampang, gw lihat ada beberapa busway lewat beriringan tanpa selang waktu yang panjang, tapi pas gw yg nungguin,.. alamak, kok ya lamaaaa banget sehh,..
dan akhirnya si busway pun dateng juga, penuh, dan gw berdiri berdesak-desakan lagi, tapi kali ini lumayan, karna ada AC nya,.. hehe,...

Sampe di halte deket Pejaten Village situ (gw gak inget halte transjakarta apa namanya yg di situ) gw turun dengan tergesa udah jam 7.40 soalnya,.. dan gw langsung naek ojek yg pas di bawah tangga turunan halte transjakarta itu,... Singkat cerita sampailah gw di Salihara jam 8 kurang (entah kurang berapa) udah ada Ryotanoe1, bang dani, Yanti, Adit + temennya,...
Gw langsung inisiatif ngantri regstrasi gitu,.. dan ternyata yg laen belum regsitrasi :hammers.
Okeh, cukup cerita suka dukanya sampe ke acara Bienal sastra.

Acara pertama malem itu, dibuka sama acara musik klasik, agak-agak Orkestra gitu, yang maen piano namanya Aditya Setiadi (kok mirip sama nama lu y dit? Adityahadi :bingungs , jangan bilang kelian sodara,.. haha). Suara Devi Fransisca yang IGO dan -Apa ya istilahnya- Manteb banget bikin gw merinding,.. serius loh,.. Suaranya itu menggema di dalem gedung pertunjukan yg memang gak besar,.. Sama kek suara Pharel Jonathan Simanjutak, juga gitu,... mereka nyanyiin puisi penyair-penyair besar yang udah di gubah jadi nada-nada,... Ke khusyukan gw menikmati penampilan ketiga pemusik sempat terganggung dengan getaran-getaran HP,.. Ini kan malem minggu,.. Please deh, orang kantor kok ya, masihh aja ada yg ganggu in gw, padahal keknya pas siang semua, segala sesuatu nya dah gw beresin,.. tapi masssihhh aja ada yg kurang,.. Akhh!!

Setelah sempat keluar gedung acara dengan berjingkat-jingkat kaki menahan suara sedikit pun dari kaki yg menekan dan bersentuhan sama tangga, akhir gw masuk lagi, dengan berjingkat-jingkat juga tentunya,.. Hey, ini acara sastra, harus di nikmati dengan tenang tanpa suara-suara, mood gw sempet gak bagus, dan berniat pulang dluan, tapi gimana yah, masih penasaran sama acara selanjutnya,..

Acara selanjutnya adalah Pembacaan puisi dari penyair 4 negara,.. pertama ada penampilan Avianti Armand (yang terlewat) jadi gw gak bisa ceritain,.. penyair kedua dateng dari Greece Mr. Georgios Veis,.. Dia membawakan beberapa puisi yang di dedikasi kan untuk istri nya tercinta yang orang Indonesia,.. Tapi terus terang gw kurang menikmati,.. Pertama karna memang suasana hati gw lagi galau, yang kedua karna puisi berbahasa inggris itu sulit gw pahamin (secara Linggis gw masih cetek,.. harus belajar sama si penerjemah buku nih keknya) memang ada sih teks terjemahannya di atas mereka, tapi keknya kadang terjemahannya itu gak sinkron deh sama yg lagi dibacain penyairnya,.. (kayaknya loh ya,..) anyway busway, diplomat sibuk itu masih bisa menulis puisi, cukup lumayanlah,... Big hand for mr. Veis (Apa-apa an sih gw,.. :hammers)

Penyair ketiga, datengnya dari India,.. Mr. M.K Singh,.. (namanya aja udah Singh dan dia bener-bener nyanyi loh tadi malem), penampilan penyair yg ini lebih bisa ternikmati dari sebelumnya, karna gaya bahasa inggrisnya lebih sederhana (keknya sih,) dan dia lebih berapresiasi dari penyair yg dari Yunani tadi,... gw gak inget sedikit pun syair nya malem itu,.. Maaf :(

Penampilan penyair yg terakhir adalah yang dari Jerman, namanya Mr. Thorsten Becker,.. Dia bermonolog dengan kostum mo mandi,.. hmm, pakai Bahasa Jerman pulak :hammers, dan teksnya kayak yg udah-udah,.. kadang kecepetan kadang kelamaan,.. tapi masih ada sedikit yang bisa gw inget,... yg gw suka dari kata-kata penyair ini,.. katanya, 'hari yang Indah adalah hadiah untuk orang yang bijak' gw jadi inget urusan kantor tadi, mungkin gw kurang bijak, karna habis bertelpon,.. kedua gsm itu gw mati in,.. gw cuman mau bersantai menikmati karya sastra tanpa di ganggu,.. :( dan qoute nya yg lain, 'dukacita yang berlebihan ketika kita ditinggal mati seseorang mungkin refleksi akan ketakutan kita sendiri akan kematian kita sendiri' kata-katanya gak pas banget kek gini sih, tapi lebih kurang y gini,.. hmm, mati, gw juga heran kenapa kita nangis kalo kakek, nenek, sodara ato orang tua kita mati,.. Mati itu udah sewajarnya bukan,.. sampe-sampe pas embah gw tersayang yg udah ngerawat gw dari kecil meninggal, gw gak nangis,.. :hammers

acar ketiga dan penutup malem itu adalah -kembali- penampilan ketiga musisi muda berbakat,..
Aditya Setiadi, Pharel Jonathan Simanjutak sama si IGO Devi Fransisca. Musik klasik yang menenangkan syaraf,.. (menurut saia, maaf kalo salah.. )

Pas mereka membawakan puisi Aku karangan Chairil Anwar yang bikin gw gak bisa duduk relaks,.. Hey Ini puisi Favorit gw,.... Biar gw tulis disini bait puisinya (copas, setelah penelusan Google)

Aku

Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Wedew, bikin merinding,..
Apalagi komposisi yang pertama dibawain pake tempo patriotik, semangat membara seorang perwira,... dan walau ngambil syair puisi Aku, judul lagu ini dirubah jadi Semangat,.. maklum yang menggubah seorang musikus yang juga perwira tinggi Polisi namanya bapak R.A.J Sudjasmin.
Komposisi yang kedua lebih Syahdu (tadinya gw mau pake kata melankolis, berhubung gw ragu sama artinya, dan setelah penelusuran di google bikin gw jadi puyeng ganti Syahdu aja deh,.. hehe :Peace: )
Maklum yang menggubah komposer cewek loh, namanya Trisutji Kamal,.. (terus terang gw gak kenal, baru denger namanya malem itu :hammers) Seperti kata Aditya Setiadi, beda komposer, beda gaya (eh,bener gak ya dia bilang gini, ntah lah,.. kalo gw bener mengutip kata-kata Aditya Setiadi, berarti yg bener anak ibu gw, dan kalo gw salah berarti yang salah cuman seorang Rika Rwd).

Bagian akhir Syair aku yang dibawakan Fransisca, bikin gw deg-degan + merinding,.. gw kurang bisa mamahami kata-kata sulit, jadi gw takut salah nulisnya, :hammers , intinya menurut gw Kereenn aja deh,.. hehe

Hebat acara malam itu, musisi nya gw yakin bisa bersaing di kancah Internasional,.. Sayang, gak ada yang abadi, acara keren malem itu pun, harus berakhir,... Tepuk tangan meriah membahana di akhir acara, apresiasi untuk ketiga musisi dan komposernya yang keren banget membawakan karya puisi-puisi yang udah di musikalisasi,.. bahkan sampe ada yang berdiri,.. (gw juga tadinya niat berdiri,.. tapi ehm, nyali oh nyali,.. )

Heemmmm,,.... Kalau bisa di sandingkan dengan makanan keseluruhan acara malem itu bener-bener yummyy,.. Asyik,.. dan Klasik,..

Ehh iya, sebelum pulang kita ber-9 (kalo gw gak salah ngitung) d traktir Adit loh, sekalian syukuran 1st BR ethu mungki,.. hahah

terima kasih lagi untuk Momod, Adit (Aer jeruk hangetnya), Temen-temen serapers,.. si kodok, bang dani, choice (foto gw mannaaaa,... ??), Ryotanoe (yang walau kurang hapal jalan tapi rela nganterin gw sampe depan kost an :beer:), Bagem, Gita, Vandaniestha dan semua pendukung Acara malem itu,..

gw menarik nafas panjang sebelum tidur di malem itu,... sambil masih senyum-senyum gw pun tertidur,..

Notes :
1. Tgl 19 pada ikutan lagi gak?
2. Ada kejadian aneh pas gw pulang sama Ryo, ternyata dia tuh nungguin Adit, gw dah bilang adit keknya lewat arah laen, tapi karna dia ngotot dah janjian mo pulang bareng adit, gw pun akhirnya nelpon si Adit, tapi yg ngangkat kok bang Dani ya? dan katanya dia mo pulang bareng Yanti naek taksi,.. tahlah,... mungkin malam yg terlalu kelam membingungkan operator telpon, orang mo ngomong sama Adit ko malah nyasar ke Dani,.. haha :ngakaks